TRACING TB TERINTEGRASI CKG
Tuberkulosis
masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya
percepatan penanggulangan, salah satunya melalui kegiatan penemuan kasus guna mencegah
penularan di lingkungan rumah tangga dan komunitas. dalam rangka percepatan penemuan kasus
Tuberkulosis sekaligus memperluas manfaat layanan Cek Kesehatan Gratis bagi
masyarakat, khususnya kelompok berisiko, perlu dilaksanakan kegiatan penemuan
kasus Tuberkulosis yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis. Kegiatan penemuan kasus Tuberkulosis
terintegrasi CKG bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus Tuberkulosis
secara aktif dengan melakukan tracing kontak erat dan kontak serumah kasus
Tuberkulosis yang telah ternotifikasi di SITB. Melalui integrasi dengan CKG,
kontak berisiko dapat lebih mudah dijangkau, didata, diberikan edukasi,
diskrining, pemeriksaan untuk penegakan diagnosis.
Kegiatan ini pertama di laksanakan di Kabupaten Sijunjung
di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu bersama Dinas Kesehatan Sijunjung
dengan mendatangkan Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad
Syafii Maafrif dr. Yeni Putri Sp. P, hari Kamis tanggal 30 Juli 2026 yang
dilaksanakan di Nagari Limo Koto. Kegiatan ini juga di dampingi oleh Tim dari
Dinas Kesehatan Bagian P2P seksi Penyakit menular, Kepala Puskesmas Tanjung
Ampalu Ns. Lince Zulkarnain, S.Kep, Lintas Sektor terkait, Bidan Penanggung
Jawab wilayah serta seluruh bidan daerah yang bertugas di Nagari Limo Koto.
Kegiatan Tracing TB terintegrasi CKG akan di lanjutkan di empat Nagari yang ada di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu, diantaranya aka di laksanakan di Nagari Bukit Bual yang tergabung dengan Nagari Guguak, Nagari Palaluar dan Nagari Tanjung. Tujuan Kegiatan Tracing TBC terintegrasi CKG (Cek kesehatan Gratis) ini adalah untuk mendeteksi dan menemukan kasus TBC secara dini melalui pelacakan kontak erat, memperluas cakupan skrining kesehatan masyarakat, memutus rantai penularan, serta mempercepat target eliminasi TBC di Indonesia.